Cara Mengatasi Air Kencing Berbusa dan Berbau. Penanganan untuk kasus air kencing berbusa dan berbau perlu disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Dehidrasi dapat diatasi dengan minum lebih banyak air putih, terutama 8-10 gelas setiap hari agar urine berwarna lebih jernih dan tidak berbau.
Sering kencing saat hamil tentu banyak dialami oleh ibu hamil terutama ibu yang usia kehamilannya memasuki trimester ketiga. Namun tidak jarang ibu yang sedang hamil muda pun juga merasakan ingin sering buang air kecil. Memang frekuensi buang air kecil saat hamil meningkat dibandingkan saat tidak hamil.
Normalnya, air kencing berbusa dapat terjadi karena kandung kemih yang penuh sehingga aliran air kencing mengalir cepat dan menghasilkan busa saat dikeluarkan. Selain itu, kondisi ini dapat didasari oleh penyebab lain yang lebih serius sehingga perlu diwaspadai.
Kencing berdarah saat hamil sering disebabkan oleh infeksi saluran kencing ( ISK). Infeksi ini merupakan kondisi peradangan karena bakteri di saluran kemih. Ibu hamil rentan mengalami kencing berdarah ketika usia kehamilan 6 - 24 minggu. Kondisi ini juga terjadi karena adanya perubahan pada saluran kemih calon ibu.
Kondisi kencing berbusa umumnya disebabkan oleh saluran kemih yang terlalu penuh. Namun, dalam beberapa kasus, kencing berbusa bisa jadi pertanda suatu penyakit. Pernahkah Anda memeriksa urine Anda?
KOMPAS.com - Ada kalanya air kencing yang keluar dari tubuh kita memiliki bau yang tidak biasanya. Melansir NHS, urine atau air kencing normalnya memiliki bau ringan atau tidak menyengat. Selain tidak berbau menyengat, urine normal juga berwarna bening atau kuning pucat. Baca juga: 4 Penyebab Kencing Berbusa dan Cara Mengatasinya.